(45) Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
(46) (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(Al Baqarah, 2: 45-46)
ESENSI SHOLAT ADALAH DOA, BERDIALOG DENGAN ALLAH SECARA LANGSUNG
- Kita
sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan
kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan,
rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu dijawab.
Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh bisa merasakannya, namun
kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh gerakan badan, maka dia tidak
sempat menikmati pertemuan dengan Allah itu.
SOLAT, TITIK AWAL MENUJU KEBAIKAN
- Solat tak sekadar hubungan pribadi antara manusia dan Allah. Solat mengandung dimensi yang sangat luas.
Solat yang khusyuk tak hanya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan,
tapi juga dapat menjadi daya dorong untuk menciptakan kehidupan
bermasyarakat yang tertib, saling menolong, senang bekerja keras, dan
saling mengingatkan di dalam kebaikan.
